Hidup Penuh Penilaian

HIDUP PENUH DENGAN PENILAIAN

Suatu hari Luqmanul Hakim bersama anaknya hendak melaksanakan perjalanan jauh. bersama kendaraannya yaitu seekor keledai. Tak di sangka perjalanan tersebut menjadi sebuah pengalaman dan pelajaran yang amat berharga dalam mengarungi kehidupan. Empat Daerah yang mereka lalui dalam perjalanannya itu memberikan penilaian yang berbeda, yaitu :

Ketika melewati sebuah daerah A, Lukmanul Hakim mengendarai keledai, sementara anaknya berjalan sambil memegang tali kendali keledai tersebut. Apa dikata, orang-orang mengejek di sepanjang jalan yang dilalui, orang-orang itu berkata : “ Enak betul ya, ayahnya di atas kendaraan sementara anaknya berjalan sambil mamegang kendali, Ayah macam apa itu ? ”.

Kemudian sampailah mereka ke daerah B, ketika mereka melewati daerah B, merekapun berubah posisi, sang anak gentian yang menaiki keledai sementara Lukmanul Hakim turun dan berjalan sambil memegang tali kendali keledai tersebut. Lagi-lagi Orang-orangpun bergunjing : “ Enak betul ya, Anaknya di atas kendaraan sementara Ayahnya berjalan sambil mamegang kendali. Anak macam apa itu, kaya gak tau sopan santun saja ”.

Kemudian ketika melewati di daerah C, mereka berubah posisi lagi, mereka berdua naik bersama-sama di atas keledai tersebut, namun apa di kata, Orang-orang pun berkata: “Anak dan ayah macam apa itu ? keledai kecil kok ditumpangi berdua. kaya yang tidak punya perasaan saja ”.

Setelah itu kemudian melewati daerah D, merekapun berubah posisi lagi, yaitu mereka berdua berjalan kaki, keledainya berjalan di belakang. dan mereka hanya memeganga kendali dari depan, Orang-orang pun berkata : “ Masa Allah, itu anak dan ayah kaya ga punya pikiran saja, masa mereka berjalan, sementara keledai ga di tumpangi, kan mubadzir itu keledai ”.

Pesan Moral: Proses kehidupan tak akan lepas dari adanya pandangan dan penilain orang-orang, yang tentunya berbeda-beda. Oleh karena itu, jelas buat kita hal tersebut merupakan sebuah proses kehidupan yang amat berharga walaupun terkadang berseberangan (dari adanya setiap pandangan orang-orang) dengan hati naluri dan prinsip kehidupan kita, namun yang penting bagi kita adalah biarkanlah penilian itu berjalan selagi semua itu masih ada dalam jalur agama kita. Karena jikalau kita hanya mendengar dan mengikuti setiap kata-kata dari setiap orang, terkadang jiwa dan hati kita ini ada dalam pengaruh pro dan kontra, bahkan terkadang kita merasa bingung. Yang penting selagi kita ada dalam jalur kebenaran mengapa tidak kita jalani, saja biarkanlah mereka berkata.

Kita harus ingat kesempuraan bukan milik kita, keilmuaan manusia tidaklah ada apa-apanya dibandingkan Yang Maha Kuasa, kita hanya manusia biasa yang hanya bisa berusaha dan berharap, Tuhan yang akan menentukan segalanya. Wama utitum minal ilmi illa qolila

By. Ibnu Hibban

Rahmat Allah s.w.t

RAHMAT ALLAH SWT

Meteri Khutbah 24 Des 2010

Saudaraku.. Sebagai acuan Khutbah saya adalah QS Al-Muluk:28 Allah SWT berfirman :

Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku jika Allah mematikan aku dan orang-orang  yang bersama dengan aku atau memberi rahmat kepada kami, (maka kami akan masuk syurga), tetapi siapakah yang dapat melindungi orang-orang yang kafir dari siksa yang pedih?” (QS. Al-Muluk:28)

Saudaraku.. Apa sih yang dimaksud dengan RAHMAT ALLAH SWT, rahmat menurut artinya bahasa adalah: Kasih sayang, welas asih, kelembutan dan belas kasih. Kata rahmat apabila disandarkan dengan nama Allah SWT, maka rahmat adalah “sifat Allah yang sangat sempurna”. karena sifat rahmat ini diambil dari 2 nama Allah, yaitu Ar-Rahman dan Ar-Rahiim. Rahmat Allah terdiri dari 100% ( 1 % diletakkan didunia, 99% diletakkan diakherat)

Berkenaan dengan ini, ada sebuah sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Sulaiman Bin Harom, dari Muhammad Bin Al-Mankadir, dari Jabir r’a berkata: “Suatu hari baginda nabi Muhammad SAW didatangi oleh malaikat Jibril, malaikat jibril kemudian berkata kepada nabi Muhammad SAW: “Wahai Muhammad, ada seorang hamba Allah yang beribadah selama 500 tahun, diatas sebuah bukit yang berada di tengah-tengah lautan, disitu Allah SWT mengeluarkan sumber air tawar yang sangat segar sebesar satu jari, disitu juga Allah SWT menumbuhkan satu pohon delima, setiap malam delima itu berbuah satu delima. Setiap harinya, seorang hamba Allah tersebut mandi dan berwudhu pada mata air tersebut, lalu memetik buah delima untuk dimakannya, kemudian berdiri untuk mengerjakan salat dan dalam salatnya ia berkata: “Ya Allah matikanlah aku dalam keadaan tersujud, dan supaya badanku tidak tersentuh oleh bumi dan lainnya, sampai aku dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan bersujud”. Maka Allah SWT menerima do’a hambanya tersebut. Aku mendapatkan petujuk dari Allah SWT, bahwa ia akan dibangkitkan nanti pada hari kiamat dalam keadaan bersujud, maka Allah SWT menyuruh: “Masukan hamba-Ku ini kedalam surga karena rahmat-Ku”. Akan tetapi hamba tersebut berkata : “ Ya Allah, masukkan aku kedalam surga karena amal ibadahku”. Maka Allah SWT menyuruh lagi: “Masukan hamba-Ku ini kedalam surga karena rahmat-Ku”. Akan tetapi hamba tersebut berkata lagi: “ Ya Allah, masukkan aku kedalam surga karena amal ibadahku”. Untuk yang ketiga kalinya Allah SWT menyuruh lagi: “Masukan hamba-Ku ini kedalam surga karena rahmat-Ku”. Akan tetapi hamba tersebutpun berkata lagi: “ Ya Allah, masukkan aku kedalam surga karena amal ibadahku”.

Maka Allah SWT menyuruh kepada malaikat, agar menghitung seluruh amal ibadahnya selama 500 tahun, dengan nikmat Allah yang telah diberikan kepadanya. Setelah dihitung maka didapatkan kenikmatan mata sebagai indra penglihatan saja tidak sebanding dengan amal ibadah hamba tersebut selama 500 tahun, hal itu belum dihitung dengan kenikmatan-kenikmatan anggota tubuh yang lainnya. Setelah dihitung-hitung ternyata kenikmatan Allah SWT tidak sebanding dengan amal ibadah hamba tersebut selama 500 tahun, maka Allah berfirman kepada: “Masukkan ia kedalam neraka”. Maka ketika malaikat akan menariknya untuk dijebloskan kedalam neraka, hamba tersebut berkata: “Ya Allah, masukkan aku kedalam surga karena rahmat-Mu.

Allah SWT kemudian berfirman: “Hambaku, siapa yang telah menciptakanmu, padahal sebelumnya kamu tidak ada?, siapa yang telah memberimu kekuatan untuk ibadah kepadaku selama 500 tahun? Dan siapa yang telah menempatkanmu diatas sebuah bukit ditengah-tengah laut, dan mengeluarkan air yang segar lagi tawar ditengah-tengah air laut yang asin lagi getir, serta memberimu makan berupa buah delima setiap harinya, padahal buah delima itu hanya berbuah satu kali dalam setahun?lalu kau meminta kepada-Ku agar mati dalam keadaan bersujud, lalu aku kabulkan permintaanmu? Siapakah yang berbuat semua ini?”.“Engkau ya Tuhanku” Jawab hamba tersebut, lalu firman Allah SWT: “Semua itu dengan rahmat-Ku atau dengan amalmu? Semua itu karena rahmat-Ku, dan dengan rahmatku pula aku masukkan kau kedalam surga. Dan kamu adalah hamba-Ku yang paling nikmat”. Kemudian malaikat jibril berkata: “Wahai Muhammad, semua sesuatu terjadi karena rahmat Allah SWT”.

Karena itu Saudaraku.. Allah SWT berfirman :

Katakanlah: “Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”. (QS. Yunus:58)

Lebih tegas lagi, rasulullah SAW bersabda :

“Allah tidak memasukan seorang hamba kedalam surga karena amalnya”. Sahabat bertanya: “Tidak juga engkau ya rasulullah?”. Nabi menjawab: “ ya tidak juga aku, kecuali Allah telah membungkus aku dengan anugrah dan rahmatNya”.

Saudaraku.. Muncul suatu pertanyaan, lalu amal ibadah yang kita lakukan setiap hari baik itu salat, zakat, sadaqah, puasa dan amalan-amalan lainnya tidak ada artinya dong. Kenapa kita harus repot-repot melakukan semua ini? Kita jangan salah persepsi, sungguh tidak ada amal ibadah yang sia-sia, amal ibadah adalah sebuah proses atau sebuah alat untuk menumbuh suburkan rahmat Allah SWT.

Saudaraku.. Sekecil apapun kebaikan yang kita tebarkan, seminim apapun ibadah yang kita lakukan, itu adalah menjadi bagian dari usaha kita untuk meraih rahmat Allah SWT. Ingat rahmat Allah SWT tidak akan pernah datang tanpa pondasi yang kita bangun. Apakah pondasi itu? Tidak lain dan tidak bukan adalah AMAL IBADAH. Mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang mendapat rahmat Allah SWT.